MENCIPTAKAN SUASANA KELAS YANG
EFEKTIF
A.
Pengertian Pembelajaran Yang Efektif dan Menyenangkan
Dryden dan Voss (1999)
mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya
menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya dan
memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang
menyenangkan dan tidak disertai suasana tegang sangat baik dan mendukung untuk
membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif
pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan.
Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif oleh individu
tersebut.
Hakikat pembelajaran yang efektif
adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang
dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu
memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu
serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan
mereka.
Pembelajaran efektif juga akan
melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan
suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa
untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan
kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
Salah satu hal yang harus
dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah
menyertakan partisipasi siswa di dalam kelaS.Selain untuk membangun komunikasi
dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi
para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa
canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik.
Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang
menjadi keinginan siswa.
Pembelajaran efektif juga akan
melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan
suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk
mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan
kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
B. Tujuan
menejemen kelas efektif
Manajemen yang efektif memiliki dua
tujuan utama (Santrock, 2014):
1 Membantu siswa menghabiskan lebih
banyak waktu di belajar dan mengarahkan kegiatan yang tidak sesuai tujuan
pembelajaran. Manajemen kelas efektif akan membantu Anda
memaksimalkan waktu pembelajaran Anda pembelajaran dan waktu belajar siswa
Anda.
2 Mencegah siswa mengembangkan
masalah akademik dan emosional siswa. Ruang kelas dikelola dengan baik tidak
hanya mendorong pembelajaran bermakna tetapi juga membantu mencegah masalah
akademis dan emosional yang berkembang (Bloom, 2009; Martinez, 2009).
3 Ruang kelas dikelola dengan baik
siswa tetap sibuk dengan tugas-tugas aktif, tepat dan menantang, kegiatan siswa
membuat termotivasi untuk belajar, dan menetapkan aturan-aturan yang jelas dan
pelajar harus mematuhi peraturan.Di kelas tersebut, siswa lebih kecil
kemungkinannya untuk mengembangkan masalah akademis dan emosional.Sebaliknya,
di ruang kelas dikelola dengan buruk, masalah siswa akademis dan emosional
lebih cenderung menjadi berkembang. Siswa tidak punya motivasi akademis
C. Pembelajaran
Efektif dan Menyenangkan
a.
Pembelajaran yang Efektif
Mulyana (2004)
Efektifitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melakukantugas dengan
sasaran yang dituju.Efektifitas berkaiatan denganterlaksananya semua tugas
pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu,dan adanya partisipasi aktif dari
anggota.Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan
dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Madri M. dan Rosmawati
mengatakan bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan
dua hal yaitu :
1
siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya
untuk melaksanakan tugas ajar
2
terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang
diharapkan.
Untuk menciptakan suasana yang
dapat menumbuhkan gairah belajar, maka diperlukan pengorganisasian kelas yang
memadai.Dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam
pelaksanaan proses pembelajaran:
a.
Suasana Belajar yang Menyenangkan
b. Suasana Bebas
c.
Pemilihan Media Pengajaran dan Metode yang Sesuai
a) Buat suasana ruangan yang berbeda
Posisi duduk siswa di sekolah kebanyakan sama, yaitu guru di depan dan
kursi siswa disusun berjajar membentuk persegi. Metode ini dikaji sebagai
metode yang tidak efektif, karena proses belajar terjadi hanya satu arah (guru
menyampaikan dan murid mendengarkan). Agar suasana kelas lebih menyenangkan,
cobalah susun ulang ruang kelas seperti posisi meja dan kursi yang
melingkar.Jadi posisi guru berada di tengah-tengah dan siswa dapat melihat guru
dengan lebih baik.
b) Perbanyak interaksi dengan memancing ide anak
Full attention atau perhatian penuh juga bisa didapatkan dari
memancing pendapat, diskusi atau debat argumen antara murid dan guru. Memang
tidak semua anak bisa dengan leluasa mengeluarkan ide mereka.sebagai guru, di
sinilah peran Guru untuk percaya pada kemampuan masing-masing anak dan pacu
mereka untuk berani berpendapat, serta menghargai apapun yang mereka ungkapkan.
Cara ini dapat melatih anak untuk belajar mendengarkan orang lain, keberanian
untuk berbicara dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat. Hal ini sangat
penting untuk mereka karena akan menjadi bekal saat berinteraksi dengan orang
lain, baik itu dengan teman, guru, orang tua atau masyarakat pada umumnya.
c) Manfaatkan teknologi
Penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana aktif dan
segar di dalam kelas. Gunakan laptop, internet dan proyektor untuk mengubah
materi pelajaran text book ke dalam audio visual
d) Berikan perhatian yang sama pada semua anak
Terkadang guru akan lebih cenderung memerhatikan murid yang pintar dan
aktif di kelas. Anak yang diam saja di kelas biasanya akan kesulitan untuk
mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisasikan dirinya
di kelas. Maka sering dikatakan untuk menjadi anak yang “paling” di kelas, baik
itu paling pintar, paling suka telat, paling cantik, paling nakal, dan
sebagainya. Karena dengan menjadi yang “paling” barulah anak akandiperhatikan oleh
guru.Sebagai seorang guru, sebenarnya sudah menjadi tugasnya untuk menemukan
benih-benih unggul yang ada di dalam diri masing-masing anak.Percayalah bahwa
setiap anak mempunyai talenta dan potensinya yang berbeda-beda. Dengan begitu,
setiap anak akan merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya serta
membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
D. Menciptakan
Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan Bagi Siswa
a. Kondisi Belajar yang Efektif
Guru sebagai pembimbing diharapkan
mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman
dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Dalam menciptakan kondisi yang
baik, hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan
kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya,
ketentramannya, dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada
di luar pribadi manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan
lingkungan fisik yang lain.
Untuk dapat belajar yang efektif
diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus
bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan
cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan
dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran
yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini:
1.Melibatkan Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat
digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain :
a.
Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen.
b. Aktivitas lisan,
seperti bercerita, tanya jawab.
c.
Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan
pengarahan guru.
d. Aktivitas gerak,
seperti melakukan praktek di tempat praktek.
e.
Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran
siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih
memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa
:
Tingkatkan partisifasi siswa dalam
kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik
mengajar.Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan
pembelajaran.Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu
guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.
2. Menarik Minat dan
Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif
adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu
sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali
pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan melakukan
sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan
sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat,
bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat
dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.
3. Membangkitkan Motivasi Siswa
Motif adalah semacam daya yang
terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu.
Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi
perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas
guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar.
Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa :
Guru berusaha menciptakan
persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya
Pada awal kegiatan pembelajaran,
guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang
akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut
serta didalam mencapai tujuan tersebut.Guru berusaha mendorong siswa dalam
belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.Guru hendaknya banyak memberikan
kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri Guru selalu berusaha menarik minat
belajar siswa. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif
mungkin.
4. Memberikan
pelayanan individu Siswa
Perlunya keterampilan guru di dalam
memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam
berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu
siswa.
Memberikan pelayanan individual
siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja,
melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas
tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang
cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga
pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
5. Menyiapkan
dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media pembelajaran
adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas
materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya
verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan
pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan
memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu
menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Di dalam menyiapkan dan menggunakan
media atau alat peraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai
berikut :
Alat peraga yang digunakan
hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang
diasjikan.
Alat peraga yang dipilih hendaknya
sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam
kelompok. Alat yang dipilih hendaknya tepat, memadai dan mudah digunakan.
DAFTAR
PUSTAKA
E. Mulyasa, 2004,Manajemen
Berbasis Sekolah, Bandung : Remaja Rosda Karya
MENCIPTAKAN SUASANA KELAS YANG
EFEKTIF
A.
Pengertian Pembelajaran Yang Efektif dan Menyenangkan
Dryden dan Voss (1999)
mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya
menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya dan
memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang
menyenangkan dan tidak disertai suasana tegang sangat baik dan mendukung untuk
membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif
pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan.
Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif oleh individu
tersebut.
Hakikat pembelajaran yang efektif
adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang
dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu
memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu
serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan
mereka.
Pembelajaran efektif juga akan
melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan
suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa
untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan
kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
Salah satu hal yang harus
dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah
menyertakan partisipasi siswa di dalam kelaS.Selain untuk membangun komunikasi
dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi
para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa
canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik.
Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang
menjadi keinginan siswa.
Pembelajaran efektif juga akan
melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan
suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk
mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan
kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
B. Tujuan
menejemen kelas efektif
Manajemen yang efektif memiliki dua
tujuan utama (Santrock, 2014):
1 Membantu siswa menghabiskan lebih
banyak waktu di belajar dan mengarahkan kegiatan yang tidak sesuai tujuan
pembelajaran. Manajemen kelas efektif akan membantu Anda
memaksimalkan waktu pembelajaran Anda pembelajaran dan waktu belajar siswa
Anda.
2 Mencegah siswa mengembangkan
masalah akademik dan emosional siswa. Ruang kelas dikelola dengan baik tidak
hanya mendorong pembelajaran bermakna tetapi juga membantu mencegah masalah
akademis dan emosional yang berkembang (Bloom, 2009; Martinez, 2009).
3 Ruang kelas dikelola dengan baik
siswa tetap sibuk dengan tugas-tugas aktif, tepat dan menantang, kegiatan siswa
membuat termotivasi untuk belajar, dan menetapkan aturan-aturan yang jelas dan
pelajar harus mematuhi peraturan.Di kelas tersebut, siswa lebih kecil
kemungkinannya untuk mengembangkan masalah akademis dan emosional.Sebaliknya,
di ruang kelas dikelola dengan buruk, masalah siswa akademis dan emosional
lebih cenderung menjadi berkembang. Siswa tidak punya motivasi akademis
C. Pembelajaran
Efektif dan Menyenangkan
a.
Pembelajaran yang Efektif
Mulyana (2004)
Efektifitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melakukantugas dengan
sasaran yang dituju.Efektifitas berkaiatan denganterlaksananya semua tugas
pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu,dan adanya partisipasi aktif dari
anggota.Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan
dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Madri M. dan Rosmawati
mengatakan bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan
dua hal yaitu :
1
siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya
untuk melaksanakan tugas ajar
2
terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang
diharapkan.
Untuk menciptakan suasana yang
dapat menumbuhkan gairah belajar, maka diperlukan pengorganisasian kelas yang
memadai.Dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam
pelaksanaan proses pembelajaran:
a.
Suasana Belajar yang Menyenangkan
b. Suasana Bebas
c.
Pemilihan Media Pengajaran dan Metode yang Sesuai
a) Buat suasana ruangan yang berbeda
Posisi duduk siswa di sekolah kebanyakan sama, yaitu guru di depan dan
kursi siswa disusun berjajar membentuk persegi. Metode ini dikaji sebagai
metode yang tidak efektif, karena proses belajar terjadi hanya satu arah (guru
menyampaikan dan murid mendengarkan). Agar suasana kelas lebih menyenangkan,
cobalah susun ulang ruang kelas seperti posisi meja dan kursi yang
melingkar.Jadi posisi guru berada di tengah-tengah dan siswa dapat melihat guru
dengan lebih baik.
b) Perbanyak interaksi dengan memancing ide anak
Full attention atau perhatian penuh juga bisa didapatkan dari
memancing pendapat, diskusi atau debat argumen antara murid dan guru. Memang
tidak semua anak bisa dengan leluasa mengeluarkan ide mereka.sebagai guru, di
sinilah peran Guru untuk percaya pada kemampuan masing-masing anak dan pacu
mereka untuk berani berpendapat, serta menghargai apapun yang mereka ungkapkan.
Cara ini dapat melatih anak untuk belajar mendengarkan orang lain, keberanian
untuk berbicara dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat. Hal ini sangat
penting untuk mereka karena akan menjadi bekal saat berinteraksi dengan orang
lain, baik itu dengan teman, guru, orang tua atau masyarakat pada umumnya.
c) Manfaatkan teknologi
Penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana aktif dan
segar di dalam kelas. Gunakan laptop, internet dan proyektor untuk mengubah
materi pelajaran text book ke dalam audio visual
d) Berikan perhatian yang sama pada semua anak
Terkadang guru akan lebih cenderung memerhatikan murid yang pintar dan
aktif di kelas. Anak yang diam saja di kelas biasanya akan kesulitan untuk
mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisasikan dirinya
di kelas. Maka sering dikatakan untuk menjadi anak yang “paling” di kelas, baik
itu paling pintar, paling suka telat, paling cantik, paling nakal, dan
sebagainya. Karena dengan menjadi yang “paling” barulah anak akandiperhatikan oleh
guru.Sebagai seorang guru, sebenarnya sudah menjadi tugasnya untuk menemukan
benih-benih unggul yang ada di dalam diri masing-masing anak.Percayalah bahwa
setiap anak mempunyai talenta dan potensinya yang berbeda-beda. Dengan begitu,
setiap anak akan merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya serta
membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
D. Menciptakan
Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan Bagi Siswa
a. Kondisi Belajar yang Efektif
Guru sebagai pembimbing diharapkan
mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman
dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Dalam menciptakan kondisi yang
baik, hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan
kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya,
ketentramannya, dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada
di luar pribadi manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan
lingkungan fisik yang lain.
Untuk dapat belajar yang efektif
diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus
bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan
cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan
dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran
yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini:
1.Melibatkan Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat
digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain :
a.
Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen.
b. Aktivitas lisan,
seperti bercerita, tanya jawab.
c.
Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan
pengarahan guru.
d. Aktivitas gerak,
seperti melakukan praktek di tempat praktek.
e.
Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran
siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih
memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa
:
Tingkatkan partisifasi siswa dalam
kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik
mengajar.Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan
pembelajaran.Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu
guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.
2. Menarik Minat dan
Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif
adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu
sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali
pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan melakukan
sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan
sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat,
bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat
dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.
3. Membangkitkan Motivasi Siswa
Motif adalah semacam daya yang
terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu.
Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi
perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas
guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar.
Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa :
Guru berusaha menciptakan
persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya
Pada awal kegiatan pembelajaran,
guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang
akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut
serta didalam mencapai tujuan tersebut.Guru berusaha mendorong siswa dalam
belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.Guru hendaknya banyak memberikan
kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri Guru selalu berusaha menarik minat
belajar siswa. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif
mungkin.
4. Memberikan
pelayanan individu Siswa
Perlunya keterampilan guru di dalam
memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam
berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu
siswa.
Memberikan pelayanan individual
siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja,
melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas
tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang
cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga
pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
5. Menyiapkan
dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media pembelajaran
adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas
materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya
verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan
pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan
memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu
menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Di dalam menyiapkan dan menggunakan
media atau alat peraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai
berikut :
Alat peraga yang digunakan
hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang
diasjikan.
Alat peraga yang dipilih hendaknya
sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam
kelompok. Alat yang dipilih hendaknya tepat, memadai dan mudah digunakan.
DAFTAR
PUSTAKA
E. Mulyasa, 2004,Manajemen
Berbasis Sekolah, Bandung : Remaja Rosda Karya
Bagus sekali
BalasHapusmaterinya sangat bagus
BalasHapusSangat memusaskan..
BalasHapusSemoga sukses selalu
Materinya sangat bagus
BalasHapusSngt membntu materi ny
BalasHapus