MANAJEMEN
KELAS
A. Konsep Manajemen Pembelajaran
Manajemen
kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh
para calon guru, guru baru, dan bahkan guru yang telah berpengalaman. Karena
calon guru, guru baru, dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para
peserta didik dapat belajar dengan optimal. Dalam artian guru mampu
menyampaikan bahan pelajaran dan dapat diterima oleh peserta didik dengan
baik.
Penciptaan
kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas. Sebab manajemen kelas
merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan dan memelihara
kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik.
Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan
berproses; guru dengan segala kemampuannya; murid dengan segala latar belakang
dan potensinya; kurikulum dengan segala komponennya; metode dengan segala
pendekatannya; media dengan segala perangkatnya; materi dengan segala sumber
belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Sementara itu, hasil
pembelajaran ditentukan pula segala sesuatu yang terjadi di kelas. Oleh karena
itu, selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik, profesional, dan
berkelanjutan. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud terlebih dahulu
diperlukan pemahaman akan hal-hal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas sebelum
sampai kepada pemahaman yang lebih khusus. Bab ini adalah bab yang mengulas
tentang konsep dasar, prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya
meliputi:; pengertian manajemen kelas; tujuan, dan masalah manajemn kelas,
ruang lingkup manajemen kelas. Pemahaman akan konsep dasar manajemen kelas ini
penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui.
B. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan manajemen Kelas pada hakekatnya sudah
terkandung pada tujuan pendidikan secara umum. Menurut Sudirman (2000),
tujuan manajemen kelas adalah penyediaan pasilitas bagi macam-macam kegiatan
belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.
Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja,
terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin,
perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.
Suharsimi
Arikunto,(2004), berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah
agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai
tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikuno
menguraikan rincian tujuan Manajemen Kelas, sebagaimana berikut
ini.
1.
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai
lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta
didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi
terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot
belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan
siaoal, emosional dan intelek siswa dalam belajar.
4.
Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar
belakang sosial,ekonomi,budaya,serta sifat-sifat individunya. Dirjen PUOD dan
Dirjen Dikdasmen, (1996).
C. Proses Manajemen Kelas
Guru merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan proses pembelajaran,
sementara itu manajemen kelas merupakan salah satu aspek dari pengelolaan
proses pembelajaran yang paling rumit tetapi menarik perhatian. Rumit, karena
manajemen kelas itu memerlukan berbagai kriteria keterampilan, pengalaman,
bahkan kepribadian serta sikap dan nilai seorang guru. Dua guru yang sama-sama
pandai dan berpengalaman tetapi berbeda dalam kepribadian, sikap dan nilai
termasuk cara menyikapi subjek didik akan lain situasi belajarnya yang
dihasilkan oleh kedua orang guru tadi. Disinilah letaknya seni dalam mengelola
proses pembelajaran.
Manajemen kelas, dikatakan menarik, karena selain memerlukan kemampuan
pribadi serta ketekunan menghadapinya disatu sisi, di sisi lain calon guru,
guru, dan guru yang berpengalaman sekalipun akan bergelut dengan manajemen
kelas agar terselenggara proses pembelajaran yang efektif demi tercapainya
tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru mempunyai peranan yang besar dalam
menentukan keberhasilan manajemen kelas maupun manajemen pembelajaran.
Penciptaan sistem lingkungan yang merangsang anak untuk belajar sangat
diperlukan karena hanya dengan situasi belajar seperti itulah tujuan akan
tercapai.
Berdasar penjelasan tersebut di atas, mengisyaratkan bahwa guru harus
memiliki kemampuan profesional termasuk kemampuan memanajemeni kelas. Untuk
memiliki kemampuan manajemen kelas guru antara lain harus memahami prosedur dan
rancangan prosedur manajemen kelas.
Manajemen kelas merupakan suatu tindakan yang menunjuk kepada
kegiatan-kegiatan yang berusaha menciptakan dan mempertahankan kondisi yang
optimal bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Apabila seorang guru
melakukan kegiatan manajemen kelas dengan atau melalui langkah-langkah
tertentu, berarti guru tersebut sudah melakukan kegiatan manajemen kelas
berdasar prosedur manajemen kelas. Prosedur manajemen kelas adalah serangkaian
langkah kegiatan manajemen kelas yang dilakukan bagi terciptanya kondisi
optimal serta mempertahankan kondisi optimal tersebut supaya proses
pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Serangkaian langkah kegiatan manajemen kelas mengacu kepada: 1) tindakan
pencegahan (preventif) dengan tujuan menciptakan kondisi pembelajaran yang
menguntungkan, dan 2) tindakan korektif yang merupakan tindakan koreksi
terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat menggangu kondisi optimal dari N proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Mengacu kepada buah tindakan dalam kegiatan manajemen kelas yaitu tindakan
pencegahan (preventif) dan tindakan penyembuhan (kuratif) maka tindakan
manajemen kelas juga dapat menjurus kepada tindakan manajemen dimensi
pencegahan dan tindakan manajemen dimensi kuratif.
D. Strategi Manajemen Kelas
Mengelola kelas terbagi menjadi 2 jenis keterampilan :
1. Keterampilan
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal.
a. Menunjukkan
Sikap Tangkap
Menggambarkan tingkah laku guryu
yang tampak pada siswa, bahwa guru sadar dan tanggap terhadap perhatian
keterlibatan, masalah dan ketidak acuan mereka. Dengan adanya sikap ini siswa
merasa guru hadir ditengah mereka. Kesan ketanggapan ini dengan cara :
1) Memandang
Secara Saksama
Memungkinkan guru meliput keterlibatan
siswa dalam tugas dikelas serta menunjukkan kesiapan guru untuk memberi respon
baik terhadap kelompok maupun individu.
2) Memberikan
Pernyataan
Hal ini terkomunikasi kepada siswa melalui
pernyataan guru bahwa ia telah siap untuk memulai kegiatan belajar serta siap
memberi respon terhadap kebutuhan siswa. Hal yang harus dihindari adalah
menunjukkan dominasi guru dengan pernyataan atau komentar yang mengandung
ancaman.
Contoh :
“Saya menunggu sampai kalian diam”.
3) Gerak
Mendekati
Hal ini menunjukkan kesiapan, minat dan
perhatian kepada siswa. Hal ini membantu siswa yang menghadapi kesulitan
belajar, mengalami frustasi atau sedang marah. Gerak yang mendekati hendaknya
dilakukan dengan wajar, bukan menakuti atau maksud lain.
4) Memberikan
Reaksi Terhadap Gangguan Dan Ketakacuan Siswa
Dengan adanya teguran menandakan adanya
guru bersama siswa. Teguran harus diberikan pada saat yang tepat serta dialamatkan
pada sasaran yang tepat.
b. Membagi
Perhatian
Pengelolaan kelas yang efektif
terjadi apabila guru membagi perhatian kepada beberapa kegiatan yang
berlangsung dalam waktu yang sama. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara
sebagai berikut :
1) Visual
Hal ini mennjukkan perhatian terhadap
sekelompok siswa atau individu namun tidak kehilangan keterlibatannya dengan
kelompok siswa atau individu.
Keterampilan ini digunakan untuk memonitor
kegiatan kelompok atau individu, mengadakan koreksi kegiatan siswa, memberi
komentar atau memberi reaksi terhadap siswa yang mengganggu.
2) Verbal
Guru dapat memberikan komentar terhadap
aktivitas seseorang yang dilihat atau dilaporkan oleh siswa lain. Penggunaan
teknik visual maupun verbal menunjukkan bahwa guru menguasai kelas.
3) Memusatkan
Perhatian
Keterlibatan siswa dalam KBM dapat
dipertahankan apabila dari waktu kewaktu guru mampu memusatkan kelompok
terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan. Hal ini dengan cara:
a. Menyiagakan Siswa
Menciptakaan suasana yang menarik
sebelum guru menyampaikan pertanyaan atau topik pelajarannya. Misalnya: “coba
anak-anak, semuanya memperhatikan dengan teliti gambar ini untuk membedakan
daerah mana yang subur dan daerah mana yang tanahnya gersang.
b. Menuntut
Tanggung Jawab Siswa
Komunikasi yang jelas dari guru
mengenai tugas siswa merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan
pusat perhatian siswa seperti: meminta untuk diperagakan hasil pekerjaan tugas.
c. Memberikan
Petunjuk yang Jelas
Petunjuk yang diberikan harus
bersifat langsung, dengan bahasa yang jelas dan tidak membingungkan serta
dengan tuntutan yang wajar dapat dipenuhi oleh siswa.
d. Menegur
Tidak semua tingkah laku yang
mengganggukelompok, siswa dalam kelas dapat dicegah atau dihindari dengan baik,
sehingga guru harus melakukan teguran secara verbal atau memperingatkan siswa.
Teguran itu efektif jika:
1) Tegas dan
jelas tertuju kepada siswa yang mengganggu.
2) Menghindari
peringatan yang kasar dan menyakitkn serta
mengandung penghinaan.
3) Menghindari
ocehan atau ejekan guru atau yang berkepanjangan.
4) Guru dan
siswa lebih baik mengadakan kesepakatan sehingga penyimpangan yang terjadi hanya
sifatnya mengingatkan. Seperti: “suharto ingat”
e. Memberi
Penguatan
Komponen ini digunakan untuk
mengatasi siswa yang tidak mau terlibat dalam kegiatan pembelajaran atau
mengganggu temannya, yaitu dengan cara:
1) Guru dapat
memberikan penguatan kepada siswa yang menggaggu yaitu dengan jalan
“menangkapnya” ketika dia melakukan tingkah laku yang wajar dan berusaha
“menangkapnya” ketika dia melakukan tingkah yang tidak wajar dan berusaha
“menangkapnya” ketika dia melakukan tindakan yang tidak wajar dengan tujuan
perbuatan yang wajar tadi dapat terulang.
2) Guru dapat
memberikan berbagai komponen penguatan kepada siswa yang bertingkah laku yang
wajar kepada siswa yang lain untuk menjadi teladan.
2. Ketrampilan
Yang Berhubungan Dengan Kondisi Belajar Optimal Setelah Mendapat Gangguan
Ketrampilan ini berhubungan dengan
tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud
guru dapat mengadakan-tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal.
Apabila terdapat anak didik yang
menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah mencoba memadamkan
dengan tanggapan yang relevan tetap saja terjadi kembali, guru dapat meminta
bantuan:
a. Kepala
Sekolah
b. Konselor/BP
c. Waka kesiswaan
untuk membantu mengatasinya.
Bukanlah kesalahan profesional guru apabila tidak
dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan dengan itu guru
dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap
tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau
terlibat dalam kegiatan di kelas.
Strategi yang efektif dan harus diperhatikan saat
pengelolaan kelas:
1. Memulai
pelajaran tepat waktu
Menata tempat duduk yang tepat dengan
cara menyelaraskan antar format dan tujuan pengajaran, misalnya untuk
pengajaran dengan menggunakan model diskusi, bangku siswa dibentuk setengah
lingkaran.
2. Mengatasi
gangguan dari luar kelas
3. Menetapkan
aturan dan prosedur dengan jelas dan dapat dilaksanakan dengan konsisten
4. Peralihan
yang mulus antarsegmen pelajaran
5. Siswa yang
berbicara pada saat proses belajar mengajar berlangsung
6. Pemberian
pekerjaan rumah
7. Mempertahankan
momentum selama pelajaran
8. Downtime,
kelebihan waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas-tugas dalam
proses belajar mengajar
9. Mengakhiri
pelajaran
DAFTAR PUSTAKA
Siti
Kusrini, dkk, Keterampilan Dasar Mengajar
(PPL 1), Berorientasi PadaKurikulum
Berbasis Kompetensi (Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran. Bandung: Rosda
Karya.
Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa.
Cilegon: Ghalia Indonesia.
Purwadarminta,
Kamus Lengkap Indonesia-Inggris, Hasta, Jakarta, 1974
Wibowo,
T. (2012).
Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasi artikel nya sangat bagus
BalasHapusArtikel nya sangat membantu
BalasHapusbagus kk
BalasHapus