Langsung ke konten utama

Tugas 2 Manajemen Pembelajaran


MANAJEMEN PEMBELAJARAN
 
     A. onsep Manajemen Pembelajaran
Di dalam kamus umum Bahasa Indonesia yang diikuti oleh Suharsimi Arikunto mengungkapkan bahwa manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.
Manajemen juga diartikan sebagai proses perencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Jadi manajemen merupakan serangkaian proses yang dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan diharapkan.
Menurut George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Manajemen” memberikan defenisi “ Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.
Menurut G.R. Terri, manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran- sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumberdaya lainnya.
Menurut James A. F. Stoner, Manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas, maka manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol/mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan fungsi-fungsi pokok manajemen.
Manajemen pembelajaran memiliki arti penting dalam sebuah proses pendidikan, dimana dengan adanya manajemen dalam sebuah proses pembelajaran diharapkan tujuan pembelajaran akan terpenuhi, sehingga langkah- langkah dalam proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan hingga evaluasi mampu mewujudkan pencapaian tujuan pembelajaran pada umumnya dan efektivitas belajar bagi peserta didik pada khususnya. Karena dengan manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal.
      B.     Tujuan Manajemen Pembelajaran
Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didikagar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Nanang Fattah berpendapat bahwa:Tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman
Secara rinci tujuan manajemen pendidikan antara lain:
a.       Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
b.    Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan.negara.
c.     Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.d)Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
d.      Teratasinya masalah mutu pendidikan.
     C.    Kebijakan Tentang Manajemen
Kebijakan selalu diartikan dengan publik adalah keputusan- keputusan yang meningkat bagi orang banyak pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang dibuat oleh pemegang otoritas publik, sedangkan menurut Nurcholis kebijakan sebagai keputusan suatu organisasi yang dimaksud untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dapat dijadikan pedoman perilaku sebagai berikut:
1.     Pengambilan keputusan lebih lanjut yang harus dilakukan baik kelompok sasaran ataupun unit organisasi pelaksanaan kebijakan.
2.   Penerapan atau pelaksanaan dari suatu kebijakan yang telah di tetapkan baik dari hubungan dengan unit organisasi pelaksana kelompok sasaran yang dimaksudkan.
     D.    Peran Guru dalam Manajemen Kelas
Salah satu tugas guru sebagai pendidik di sekolah dasar adalah sebagai manajer. Seorang guru harus mampu memimpin kelasnya agar tercipta pembelajaran yang optimal. Fasilitas dan kondisi kelas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa.
Menurut Padmono (2011,23) fasiitas kelas (instrumental in put) berkaitan erat dengan terciptanya lingkungan belajar (environmental in put) kondusif sehingga murid dengan senang dan sukarela belajar. Penataan fasilitas dapat menjadi pendorong jika diorganisir secara baik. Disinilah peran guru dalam memenej kelas agar tercipta pembelajaan yang efektif sebagai berikut:
1.      Peran guru dalam pengaturan tempat duduk
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat duduk dapat berbentuk seating chart, melingkar, kapal kuda.

2.      Peran guru dalam pengaturan alat-alat pembelajaran.
Alat-alat pembelajaran dapat di klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: 
Menurut kedudukannya alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakan dikelas secara terus menerus, misalnya listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat dipindahkan misalnya kursi, OHP, mesin-mesin, peta dan sebagianya. Menurut fungsinya: Alat untuk menulis: kapur, papan tulis, pensil dan lain- lain.
3.      Peran guru dalam memelihara keindahan ruang kelas
Motto yang menyatakan: bersih adalah sehat dan rapi adalah indah” merupakan hal yang tidak dipungkiri. Setiap manusia memiliki cita rasa keindahan walaupun derajat keindahanya berbeda. Keindahan akan memberikan rasa nyaman dan membuat anak betah tinggal di tempat tersebut. Kelas yang diharapkan mengundang anak unruk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahanya. Caranya yaitu:
a.    Menata ruang menjadi rapi, misalnya menta alat pelajaran sesuai kelompoknya, menata buku sesuai tinggi buku, tebal buku dan kelompok buku, menata alat pelajaran permanent yang sesuai dengan ruangan.
b.    Cahaya, ventilasi, akustik dan warna kelas yang terlalu terang atau terlalu gelap kurang mendukung pembelajaran. Anak SD menentkan, untuk itu menjaga kesehatan anak merupakan salah satu tugas managemen kelas oleh guru (Suharsimi Arikunto, 1998:77)
     E.     Kode Etik Guru
1. Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran profesionaldalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3.   Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.    Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5.      Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.    Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.  Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.   Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.   Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.







             

DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman.1994. Pengelolaan Pembelajaran. Ujung padang: Bintang Selatan.
Arikunto, S. 1989. Manajemen Pngajaran secara manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.
Padmono, Y. 2011. Manajemen Kelas. Sltiga: Widyasari.
Satori, D. 2008. Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wibowo, T. 2012. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas.

Komentar

Posting Komentar