MANAJEMEN PEMBELAJARAN
A. onsep Manajemen
Pembelajaran
Di dalam kamus umum Bahasa
Indonesia yang diikuti oleh Suharsimi Arikunto mengungkapkan bahwa manajemen
adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat
berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.
Manajemen juga diartikan
sebagai proses perencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya
organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Jadi manajemen merupakan
serangkaian proses yang dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan
yang telah ditetapkan dan diharapkan.
Menurut George R. Terry
dalam buku dengan judul “Principles of
Manajemen” memberikan defenisi “ Manajemen adalah suatu proses yang
membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan
pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.
Menurut G.R. Terri,
manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan
dan usaha mencapai sasaran- sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan
sumberdaya lainnya.
Menurut James A. F.
Stoner, Manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan
menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Berdasarkan beberapa
pendapat para ahli diatas, maka manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas
memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan
pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas
memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol/mengawas
agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan fungsi-fungsi pokok
manajemen.
Manajemen pembelajaran
memiliki arti penting dalam sebuah proses pendidikan, dimana dengan adanya
manajemen dalam sebuah proses pembelajaran diharapkan tujuan pembelajaran akan
terpenuhi, sehingga langkah- langkah dalam proses pembelajaran yang dimulai
dari perencanaan hingga evaluasi mampu mewujudkan pencapaian tujuan
pembelajaran pada umumnya dan efektivitas belajar bagi peserta didik pada
khususnya. Karena dengan manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan
berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi
pembelajaran yang optimal.
B.
Tujuan Manajemen Pembelajaran
Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan
pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan
alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen
pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan
pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didikagar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah
untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan,
sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas,
material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan
efisien.
Nanang Fattah berpendapat bahwa:Tujuan ini tidak
tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu
pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja
membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan
berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi,
seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman
Secara rinci
tujuan manajemen pendidikan antara lain:
a. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran
yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
b. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan.negara.
c. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan
efisien.d)Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas
administrasi pendidikan.
d. Teratasinya masalah mutu pendidikan.
C.
Kebijakan
Tentang Manajemen
Kebijakan selalu diartikan
dengan publik adalah keputusan- keputusan yang meningkat bagi orang banyak pada
tataran strategis atau bersifat garis besar yang dibuat oleh pemegang otoritas
publik, sedangkan menurut Nurcholis kebijakan sebagai keputusan suatu organisasi
yang dimaksud untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dapat dijadikan pedoman
perilaku sebagai berikut:
1. Pengambilan keputusan
lebih lanjut yang harus dilakukan baik kelompok sasaran ataupun unit organisasi
pelaksanaan kebijakan.
2. Penerapan atau pelaksanaan
dari suatu kebijakan yang telah di tetapkan baik dari hubungan dengan unit
organisasi pelaksana kelompok sasaran yang dimaksudkan.
D.
Peran Guru dalam Manajemen Kelas
Salah satu tugas guru
sebagai pendidik di sekolah dasar adalah sebagai manajer. Seorang guru harus
mampu memimpin kelasnya agar tercipta pembelajaran yang optimal. Fasilitas dan
kondisi kelas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar
siswa.
Menurut Padmono (2011,23)
fasiitas kelas (instrumental in put) berkaitan erat dengan terciptanya
lingkungan belajar (environmental in put) kondusif sehingga murid dengan senang
dan sukarela belajar. Penataan fasilitas dapat menjadi pendorong jika
diorganisir secara baik. Disinilah peran guru dalam memenej kelas agar tercipta
pembelajaan yang efektif sebagai berikut:
1.
Peran guru dalam
pengaturan tempat duduk
Penataan kelas sebagaimana
diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai
pembelajaran yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat duduk dapat berbentuk
seating chart, melingkar, kapal kuda.
2.
Peran guru dalam
pengaturan alat-alat pembelajaran.
Alat-alat pembelajaran
dapat di klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain:
Menurut kedudukannya alat pelajaran dibedakan atas permanen dan
tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakan dikelas secara
terus menerus, misalnya listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran
tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat
dipindahkan misalnya kursi, OHP, mesin-mesin, peta dan sebagianya. Menurut
fungsinya: Alat untuk menulis: kapur, papan tulis, pensil dan lain- lain.
3.
Peran guru dalam
memelihara keindahan ruang kelas
Motto yang menyatakan: bersih adalah sehat dan rapi adalah
indah” merupakan hal yang tidak dipungkiri. Setiap manusia memiliki cita rasa
keindahan walaupun derajat keindahanya berbeda. Keindahan akan memberikan rasa
nyaman dan membuat anak betah tinggal di tempat tersebut. Kelas yang diharapkan
mengundang anak unruk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan
keindahanya. Caranya yaitu:
a. Menata ruang menjadi rapi,
misalnya menta alat pelajaran sesuai kelompoknya, menata buku sesuai tinggi
buku, tebal buku dan kelompok buku, menata alat pelajaran permanent yang sesuai
dengan ruangan.
b. Cahaya, ventilasi, akustik
dan warna kelas yang terlalu terang atau terlalu gelap kurang mendukung
pembelajaran. Anak SD menentkan, untuk itu menjaga kesehatan anak merupakan
salah satu tugas managemen kelas oleh guru (Suharsimi Arikunto, 1998:77)
E.
Kode Etik Guru
1. Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk
membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran profesionaldalam menerapkan
kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta
didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan
diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan
memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan
peserta didik.
5.
Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar
sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha
mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama
guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan
meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan
kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Abdurrahman.1994. Pengelolaan
Pembelajaran. Ujung padang: Bintang Selatan.
Arikunto, S. 1989. Manajemen
Pngajaran secara manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.
Padmono, Y. 2011. Manajemen
Kelas. Sltiga: Widyasari.
Satori, D. 2008. Profesi
Keguruan. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Wibowo, T. 2012. Peran
Guru dalam Pengelolaan Kelas.
Luar biasa sekali materinya sngat bermanfaat yah...trimakasihhh
BalasHapusAssalamu'alaikum Nesya,
BalasHapusMateri nya sangat bagus dan bermanfaat
Artikel nya sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat bagus dan materinya sangat bermanfaat
BalasHapusPenulisannya rapi dan mudah di pahami
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih kak, materinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusBagus
BalasHapusmaterinya sangat membantu sekali kk
BalasHapusTrmakasih karna materi ini saya bisa mnylsaikn tugas saya
BalasHapusMateri nya sangan membntu
BalasHapus